Langsung ke konten utama

Postingan

Mental Inlander Generasi Milennial Indonesia

Generasi muda merupakan  aset penting yang menjadi tumpuan bangsa, ditangan Generasi muda, tampuk kepemimpinan bangsa digantungkan, tetapi bagaimanakah wajah generasi muda Indonesia masa kini? Generasi muda Indonesia masa kini atau disebut juga dengan Milennial  sedang dalam kondisi yang dapat dikatakan sangat kritis dan memprihatinkan, mereka ( Milennial ) saat ini selalu ingin mengejar “Kekinian” demi sebuah “Pujian” yang selalu mengingini banyak hal walaupun sulit untuk mendapatkannya, seperti lirik Ost. Doraemon “Aku Ingin Begini Aku Ingin Begitu, Ingin Ini Ingin Itu Banyak Sekali”. Tetapi apakah generasi Milennial itu?  Millennials (also known as Generation Y) are the demographic cohort following Generation X (mostly in western countries). There are no precise dates for when this cohort starts or ends; demographers and researchers typically use the early 1980s as starting birth years and the mid-1990s to early 2000s as ending birth years, lihat https://en.wikipe...

SELAYANG PANDANG ILMU ADMINISTRASI PUBLIK

                                                               Woodrow Wilson Halo kawan, pernah mendengar kata “Administrasi Publik” atau Ilmu Administrasi Publik? mungkin sudah tak asing lagi di telinga kawan-kawan, terutama kawan-kawan yang sedang kuliah atau sedang bingung untuk memilih jurusan apa nanti ketika akan kuliah kelak, tetapi tidak sedikit juga yang belum mengetahui apa itu Administrasi Publik dan hakekatnya, berada dimanakah posisi administrasi publik dalam konstitusi Negara dan sekelumit pertanyaan-pertanyaan lainnya. Sebenarnya, kalau ditelusuri, sejak kita terlahir ke dunia sampai kita kembali ke liang lahat, tanpa kita sadari, kita sudah dan bahkan sering berurusan dengan yang namanya Administrasi Publik, contohnya saat kita lahir kita pasti akan dibuatkan Akta Kelahiran oleh orang tua kita, saat kita ber...

Indonesia dan Relativisme cultural (Cultural Revitalism)

Relativisme berasal dari kata Latin, relativus , yang berarti nisbi atau relatif . Sejalan dengan arti katanya, secara umum Relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakekat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya sedangkan Relativisme Budaya ( Cultural Relativism ) adalah prinsip bahwa kepercayaan dan aktivitas setiap orang harus dipahami menurut budaya orang itu sendiri.  Sehingga dapat dipahami bahwa penganut teori ini adalah orang–orang mengedepankan toleransi sebagai hakekat utamanya dan segala sesuatu terjadi (Positif atau Negatif) tergantung pada faktor di luar manusia itu sendiri. Mengutip pendapat Teichman yang menyatakan Relativisme Kultural adalah yang benar dan salah, baik dan jahat, tergantung seluruhnya pada masyar...

Doa

Saat Doamu masih berada di ruang tunggu Percayalah bahwa Ia hanya sedang merindu Rindu akan sapaan manismu Rindu akan suara indahmu Rindu akan segalanya tentangmu Ia mau engkau menunggu Agar engkau tau Dia ada Bahkan dalam hal titik terlemahpun Ia ada Ia mau engkau mencium tanganNya memelukNya Duduk di kakiNya Menceritakan segala keluh kesahmu tentang dunia Dia dekat dan Dia mendengar ....

Menghakimi?

Pernahkan engkau men judge  seseorang? atau di judge  oleh seseorang? yah, mungkin kita sebagai manusia pasti pernah melakukannnya, secara sadar atau tidak sadar, seakan - akan kitalah yang paling perfect,  kalau dibilang keturunan Tuhan yang paling sempurna yang tanpa cacat cela yang langsung turun dari surga yang tanpa tersentuh darah dosa adam dan hawa.   Tapi kalau boleh jujur, saya juga pernah melakukannnya tetapi tidak se intens yang lain, hahaahhaa....😊 But from that I learned! sebenarnya apa yang kita dapat dengan men judge seseorang? Kepuasan tingkat berapa yang didapat? Jawabannya : Tidak Ada! Hampa! Sia-sia! Semu! Saat kita men judge seseorang, ia tidak akan berkurang begitupun saat kita memuji seseorang, ia tidak akan bertambah! Esensinya seperti ini : Engkau belum benar - benar tau seseorang hanya dengan melihat sisi luarnya saja, engkau harus hidup menurut hidupnya, setarikan nafas dengan nafasnya dan bahkan juga harus merasakan sentu...